Kemunculan biawak di sekitar permukiman sering membuat banyak orang khawatir. Hewan reptil ini kerap terlihat di area sungai, selokan besar, rawa, hingga lingkungan yang dekat dengan sumber makanan seperti tempat sampah atau peternakan. Lantas, apakah biawak berbahaya bagi manusia?
Pada dasarnya, biawak bukan hewan yang secara aktif mencari manusia sebagai mangsa. Namun, dalam kondisi tertentu, reptil ini bisa menjadi agresif jika merasa terancam.
Oleh karena itu, penting untuk memahami karakteristik biawak, potensi bahayanya, serta cara yang tepat untuk menanganinya.
Apa Itu Biawak?

Biawak merupakan kelompok reptil dari famili Varanidae yang dikenal sebagai kadal berukuran besar. Hewan ini memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik sehingga dapat hidup di berbagai habitat, seperti hutan tropis, rawa, sungai, hingga area yang dekat dengan permukiman manusia.
Secara fisik, biawak memiliki tubuh ramping, ekor panjang, serta cakar dan gigi yang tajam. Struktur tubuh tersebut membuatnya menjadi predator yang cukup efektif di alam. Dalam rantai makanan, biawak termasuk predator oportunistik yang memakan berbagai jenis mangsa.
Makanan biawak biasanya meliputi serangga, telur, burung kecil, mamalia kecil, hingga bangkai. Karena sifatnya yang oportunistik, biawak juga dapat mendekati permukiman manusia jika terdapat sumber makanan yang mudah ditemukan.
Perbedaan Biawak dan Komodo
Banyak orang sering mengira biawak sama dengan komodo. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.
Biawak umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan cenderung lebih jinak dibandingkan komodo. Meski demikian, biawak tetap memiliki naluri bertahan yang kuat jika merasa terancam.
Sementara itu, komodo merupakan kadal terbesar di dunia yang dikenal sebagai predator puncak di habitatnya. Komodo memiliki gigitan yang jauh lebih berbahaya dan mampu memangsa hewan berukuran besar.
Meskipun komodo jarang menyerang manusia, potensi bahayanya jauh lebih tinggi dibandingkan biawak.
Bahaya Biawak yang Perlu Diwaspadai
Walaupun biawak tidak selalu berbahaya, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai jika hewan ini berada di sekitar manusia.
1. Gigitan dan Cakaran
Biawak memiliki gigi tajam serta cakar yang kuat. Jika merasa terancam atau terpojok, biawak dapat menggigit atau mencakar sebagai bentuk pertahanan diri.
Gigitan biawak dapat menyebabkan luka cukup dalam yang berpotensi menimbulkan pendarahan serta kerusakan jaringan.
2. Risiko Infeksi Bakteri
Selain luka fisik, gigitan biawak juga berisiko menimbulkan infeksi. Mulut biawak secara alami mengandung berbagai jenis bakteri yang dapat masuk ke dalam luka.
Salah satu bakteri yang sering ditemukan pada reptil adalah Salmonella. Jika bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui luka gigitan, infeksi serius dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis.
3. Reaksi Defensif
Biawak umumnya tidak menyerang manusia tanpa alasan. Namun, mereka bisa bereaksi agresif jika merasa terancam, diprovokasi, atau terjebak di ruang sempit.
Dalam kondisi seperti ini, biawak akan menggunakan gigitan dan cakarnya sebagai bentuk perlindungan diri.
4. Tidak Memiliki Bisa Mematikan
Berbeda dengan beberapa hewan lain, biawak tidak memiliki bisa mematikan seperti ular berbisa. Meski begitu, air liur biawak tetap mengandung bakteri yang dapat memperparah luka gigitan dan menyebabkan peradangan.
Karena itu, gigitan biawak tetap perlu diwaspadai dan harus segera ditangani dengan baik.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Bertemu Biawak?

Jika kamu menemukan biawak di sekitar rumah atau permukiman, ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan agar tetap aman.
1. Tetap Tenang dan Jaga Jarak
Langkah pertama adalah tetap tenang dan tidak panik. Hindari mendekati atau mencoba menangkap biawak secara langsung karena tindakan tersebut dapat memicu respons defensif dari hewan tersebut.
Menjaga jarak aman merupakan cara terbaik untuk menghindari risiko gigitan atau serangan.
2. Jangan Mengusir Secara Agresif
Mengusir biawak dengan cara agresif justru dapat membuat hewan tersebut merasa terancam. Jika biawak merasa terpojok, kemungkinan besar ia akan mencoba mempertahankan diri. Karena itu, sebaiknya hindari tindakan yang dapat memprovokasi biawak.
3. Hubungi Petugas atau Profesional
Jika biawak masuk ke area rumah atau lingkungan permukiman, langkah paling aman adalah menghubungi petugas berwenang atau profesional penanganan hama.
Tim profesional biasanya memiliki peralatan dan pengalaman untuk mengevakuasi biawak dengan aman tanpa membahayakan manusia maupun hewan tersebut.
Baca juga: 4 Tips Menyimpan Makanan Saat Bulan Ramadhan
5 Cara Mencegah Biawak Masuk ke Lingkungan Rumah
Kemunculan biawak di area permukiman biasanya dipicu oleh adanya sumber makanan atau lingkungan yang mendukung.
Beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah biawak mendekati rumah:
- Menjaga kebersihan area sekitar rumah
- Tidak membuang sisa makanan sembarangan
- Menutup tempat sampah dengan rapat
- Menghindari genangan air atau area lembap
- Menutup celah yang memungkinkan hewan masuk
Gunakan Jasa Profesional Jika Biawak Masuk ke Area Rumah

Kemunculan biawak di sekitar rumah tentu dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama jika hewan tersebut berada di area permukiman yang padat.
Penanganan yang tidak tepat justru berisiko memicu serangan atau membahayakan penghuni rumah. Jika kamu menemukan biawak di lingkungan rumah, sebaiknya serahkan penanganannya kepada tenaga profesional.
Insekta menyediakan layanan pengendalian hama yang membantu menangani berbagai gangguan satwa liar, termasuk biawak yang masuk ke area permukiman.
Tim Insekta dapat membantu mengevakuasi biawak sekaligus menjaga lingkungan rumah tetap aman dan nyaman dari gangguan hama, dengan metode penanganan yang aman dan profesional.
Hubungi Insekta di sini.


