Tanda Kehadiran Tikus

Kehadiran tikus seringkali merugikan manusia, baik itu di rumah, kantor, restoran, toko-toko dan bahkan lahan pertanian. Mereka membuat ketidak nyamanan seperti membuat suara-suara ribut, mencuri makanan. Selain itu, mereka bisa menjadi resiko kesehatan yang serius terutama di dapur atau gudang penyimpanan makanan dan membawa wabah penyakit buat manusia.

Tikus juga dapat membuat kerusakan yang signifikan untuk rumah Anda juga furnitur anda dengan menggerogoti kayu dan plastik. Tidak jarang, tikus bahkan bisa menyebabkan kebakaran rumah dengan mengerat kabel listrik.

Ditinjau dari nilai estetika, keberadaan tikus akan menggambarkan lingkungan yang tidak terawat, kotor, kumuh, lembab, kurang pencahayaan serta adanya indikasi manajemen kebersihan lingkungan rumah atau lingkungan yang kurang baik.

Tikus dapat membuat sarang dibagian mana saja di dalam rumah, tikus juga memiliki kamampuan berkembang biak dengan cepat sehingga bisa mambuat kewalahan pemilik rumah, jika anda tidak melakukan usaha mengusir tikus dari rumah, bukan tidak mungkin rumah anda berada dalam bahaya. Karena itu, usaha untuk mengusir tikus adalah penting.

Dengan mengetahui biologi tentang tikus, akan bisa membantu mengusir tikus dari rumah anda atau setidaknya mengontrol populasi tikus dari lingkungan anda. Umur hidup tikus kurang dari satu tahun, usia yang pendek jika dibandingkan dengan hewan lain, namun begitu perkembangan populasi tikus dapat berlangsung cepat dan kita tidak dapat dengan mudah melenyapkan tikus karena tikus adalah binatang yang dikenal cukup cerdik dan lincah.

Tanda-tanda khas kehadiran dan masalah tikus adalah:
Dropping / Kotoran
Tikus selalu meninggalkan kotoran disekitar aktivitasnya dan merupakan salah satu tanda bahwa terdapatnya jejak tikus dengan melihat adanya kotoran tikus. Kotoran tikus berukuran kecil , berwarna gelap terutama ditemukan di sepanjang dinding atau di daerah akftitas tikus yang signifikan seperti di lemari atau di bawah area pembuangan.
Track / Jejak
Jejak tikus selalu mengikuti struktur bangunan, karena tikus bergerak dan berjalan malam hari lebih dominan menggunakan kumis dan rambutnya yang panjang dan berulang – ulang kali dilaluinya.
Kerusakan / Gigitan
Terdapat bekas gigitan akibat melakukan aktivitas mengerat pada benda – benda. Tikus memiliki gigi yang tumbuh terus menerus dan akan menggerogoti kayu, plastik, kabel dan bahan keras lainnya.
Sarang
Tikus membangun sarang dengan potongan bahan seperti koran dan kain. Ini akan cenderung berada di tempat-tempat tersembunyi seperti di belakang kulkas, belakang lemari. Di luar rumah tikus sering membuat liang / lubang untuk sarangnya
Runways / Jalur tikus
Terdapatnya warna agak kehitam – hitaman pada area yang dilalui tikus secara berulang – ulang kali.
Baru : Jika mengusap seperti mengusap pelumas atau minyak semir.
Lama : Jika diusap maka debulah yang akan berterbangan.
Bercak urin
Tikus selalu meninggalkan beberapa bercak urine sebagai alat komunikasi antar tikus lainnya. Bercak urine tikus mempunyai ciri khas tersendiri.
Tikus hidup/mati
Terdapatnya atau terlihatnya tikus hidup yang berkeliaran didaerah tersebut atau terdapatnya bangkai tikus.
Suara
Ciri khas tikus selalu mengeluarkan suara yang mencicit adalah salah satu indikasi adanya tikus didaerah tersebut. Suara garukan di dinding atau di plafon rumah tempat tikus berlarian
Bau
Meninggalkan bau yang khas pada bekas jalannya tikus yang dilaluinya secara berulang-ulang kali untuk setiap harinya. Bau yang sangat kuat terutama di daerah-daerah yang lebih tertutup seperti di bawah lemari.

Demikian tanda-tanda kehadiran tikus di lingkungan rumah, kantor, toko-toko dan tempat usaha anda. Semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat dan dapat membantu mengatasi permasalahan tikus di lingkungan anda.

Salam Power
Tim Insekta

Menghilangkan Kecoa di Rumah

Menurut para ahli sejarah binatang, kecoa sudah ada semenjak 320 juta tahun yang lalu. Mereka lebih dahulu hadir sebelum dinosaurus yang diyakini muncul 250 juta tahun yang lalu. Seperti binatang lainnya, mereka mengalami evolusi sampai memiliki bentuk sekarang ini.

menghilangkan kecoa di rumah

Mereka memilih untuk hidup di tempat-tempat lembab, seperti pembuangan sampah, di belakang lemari, di kitchen sheet, bahkan di bawah tempat tidur!
Kehadirannya di lingkungan kita bukanlah sesuatu yang diharapkan tentunya. Mereka banyak, tapi tidak dapat dimakan hehe. Coba kalau dapat dimakan, tentunya kelaparan tidak pernah ada di Negara kita. Lagi pula siapa juga yang mau makan kecoa. Yang ada kita membencinya, menghindarinya, bahkan ada yang takut padanya. Saya mengenal beberapa orang yang berpostur besar dan macho, pemberani, bijak, tapi takut dengan kecoa. Sangat menggelikan melihat tingkah mereka ketika melihat kecoa, haha.

Kenapa kecoa dibenci ya..?

Entah bagaimana, setiap kita melihat kecoa kita merasa jijik..!. Mungkin karena kita mengetahui di mana mereka hidup. Yang pasti mereka harus dienyahkan! Pembunuhan kecoa memang bukan saja karena alasan jijik, tapi juga alasan kesehatan. Kecoa merupakan hewan yang beresiko tinggi untuk membawa sumber penyakit di dalam rumah, mereka bisa membawa berbagai macam penyakit diantaranya penyakit serius seperti disentri, dan salmonella. Selain itu, Kotoran dari kecoa dapat menyebabkan penyakit asma. Selain itu juga, serangga ini dapat memproduksi bau busuk yang pastinya akan mencemari makanan dan barang-barang lain yang ada di rumah. Jika tidak ada pengendalian hama kecoa maka akan menimbulkan resiko lebih parah lagi di rumah dengan anak-anak dan seluruh penghuni rumah.

Fakta kekotoran kecoa: Makanan kesukaan kecoa adalah sampah atau sisa makanan, yaitu makanan-makan basi yang tentunya banyak bakteri dan virus. Mereka mencicipi makanan mereka dengan kaki-kakinya. Dengan kaki-kaki itu pula mereka berjalan-jalan di atas lantai. Hiii.., dapat dibayangkan betapa joroknya bekas langkah para kecoa.

Jika Anda mendapatkan sebuah kecoa di rumah Anda, maka Anda boleh tidak tenang karena berarti dia punya banyak teman. Kecoa selalu hidup berkelompok. Saat berjalan, mereka meninggalkan jejak (feromon) yang dapat dikenali oleh kecoa lain sehingga tidak akan pernah ada kecoa yang nyasar. Ini memastikan kecoa untuk terus hidup bersama, mendapatkan makan, dan tentu saja berkembangbiak. Perlu anda ketahui, kecoa merupakan serangga yang cepat perkembangbiakannya. Telur kecoa dilindungi oleh sejenis kapsul yang disebut ootheca. Pada setiap kapsulnya bisa terdapat 32 butir telur (32 calon kecoa baru).

Tapi mengenyahkan kecoa bukan perkara gampang. Menyambit dengan sandal atau sepatu jelas bukan solusi. Paling dia hanya lari sebentar. Kita bukan ingin mengusirnya, tapi mengakhiri hidup mereka! Yang sering kita lakukan adalah menguber-uber kecoa begitu ada satu yang terlihat. Begitu mendekat, tanpa menunggu lama langsung diinjak!

Kecoa sangat lincah. Butuh beberapa kali injakan sebelum akhirnya kecoa tewas. Di samping itu, perasaan jijik membayangkan rupa kecoa terinjak dan mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya membuat kita sering menginjak dengan tidak sepenuh hati. Ini merupakan salah satu sebab kenapa injakan kita sering meleset. Namun, dilempar dengan sendal atau dipukul dengan kayu pun, kecoa tetap susah dibunuh. Mereka sungguh lincah, dapat menghindar dengan tepat seakan-akan tahu dari mana serangan akan datang.

Cara yang dapat kita lakukan sendiri dalam pengendalian hama kecoa di rumah adalah menjauhkan mereka dari makanan dan air dengan menyimpan makanan di dalam tempat yang tertutup dengan kantong plastik, dengan membersihkan tumpahan makanan dan minuman sesegera mungkin, dan jangan membiarkan adanya air yang tergenang pada ember dan pada cucian piring-piring. Terdapat pengendalian hama kecoa yang lain, yaitu dengan cara menutup jalan masuk kecoa-kecoa tersebut, misalnya menutup celah-celah di bawah pintu dan sekitar pipa yang berhubungan dengan area luar rumah.

Salam Power
Tim Insekta

Sanitasi dalam Pengendalian Hama

Usaha kegiatan preventif yang menitikberatkan kepada kegiatan usaha kesehatan hidup manusia adalah devinisi sederhana tentang “sanitasi”. Dalam kaitannya dengan lingkungan di sekitar kita, sanitasi terhadap lingkungan berarti segala sesuatu yang berbentuk upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar kita.

Sanitasi juga sangat penting dalam sebuah industri pengolahan makanan, seperti pabrik, gudang makanan dan lain-lain, kenapa..? karena untuk menjamin terhindarnya kontaminasi silang terhadap produk makanan yang diproduksi atau disimpan. Pemeliharaan dan kegiatan sanitasi mencakup pemeliharaan dan sanitasi bangunan, fasilitas dan peralatan, penanganan limbah dan pengendalian hama.

Lalu, apa pentingnya sanitasi suatu area dalam kegiatan pengendalian hama..? demikian kah pertanyaan anda..? Ok.., jika kita berbicara tentang pengendalian hama tentunya kita akan mencari tahu apa hamanya? Dari mana dia datang? Kenapa dia ada? Lalu bagaimana..?
Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa hama adalah makhluk hidup yang mempunyai naluri bertahan hidup dan mencari makan, jika hama ditemukan pada suatu area, pasti ada sebabnya. Jadi, untuk mengidentifikasi sumber keberadaan hama ada tiga faktor yang harus kita perhatikan, yaitu:
Pertama adalah “Water”, adanya sumber air.
Kedua adalah “Food”, adanya sumber makanan bagi hama.
Ketiga adalah “Harbourage”, adanya tempat yang mendukung untuk sarang hama.

Berarti, agar hama tidak datang ke area kita, maka kita harus menghindari adanya tiga faktor tersebut, misalnya yang dapat kita lakukan sendiri adalah seperti mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembangbiak hama, menghindari adanya sisa makanan di area kerja kita, membiasakan tidak menyimpan atau menumpuk barang-barang yang sudah tidak terpakai terlalu lama karena dapat menjadi sarang bagi hama.

Rangkaian kegiatan menghindari atau proses menghindari adanya tiga faktor tersebut adalah yang disebut dengan sanitasi dalam pengendalian hama. Jadi, sanitasi atau kebersihan suatu area itu “sangat penting” dalam pencapaian keberhasilan pengendalian hama.

Terkadang banyak masyarakat yang menginginkan agar rumah, restoran atau lingkungan mereka bebas dari hama, sementara mereka tidak menyadari atas buruknya sanitasi di lingkungan mereka. Meskipun telah menggunakan perusahaan jasa pengendalian hama, jika tidak ada kerja sama dalam menjaga sanitasi maka hama tidak akan mudah terkendali.

Dewasa ini, kegiatan sanitasi atau kebersihan telah dilakukan oleh profesional dan memang ahli dalam bidang tersebut. Hal ini menunjukkan sangat pentingnya sanitasi atau kebersihan bagi kenyamanan kehidupan manusia. Di samping itu, suatu area atau lingkungan dengan kondisi sanitasi yang buruk akan berpengaruh negatif pada banyak hal, salah satunya adalah memicu datangnya hama di lingkungan kita.

Artikel ini dipersembahkan untuk Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, dan diperingati serta dirayakan sampai pertengahan bulan Juni. Kami dari tim PT. Insekta Fokustama mengucapkan selamat hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Semoga ke depan kegiatan usaha kita di bidang apapun,  terutama bidang Pest Control atau Pest Management dan Jasa Anti Rayap atau Jasa Pembasmi Rayap serta Jasa Pembasmi Tikus atau Jasa Anti Tikus selalu menerapkan sistem kerja ramah lingkungan, dengan harapan kelestarian alam dan lingkungan kita tetap terjaga, dan kita semua semakin peduli dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan kita.

Salam Power
Tim insekta

Cara Tepat Mengatasi Rayap

Cara Tepat Mengatasi Rayap (2)

Rayap adalah salah satu jenis serangga (insekta) yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi ekosistem alam dan menguntungkan bagi kehidupan manusia, karena kemampuan Rayap sebagai Pengurai (Dekomposer) dari sisa-sisa tanaman/ kayu dan produk turunannya seperti kertas yang mengandung selulosa (yang susah dicerna oleh manusia dan organisme tingkat tinggi lainnya), kemudian diubah menjadi gula alami dan mineral-mineral yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup tanaman, tumbuhan, dan hewan lainnya.

Sebaliknya rayap juga dikenal secara luas sebagai hama perusak yang sangat merugikan secara ekonomi karena kemampuannya yang sangat dahsyat merusak properti atau bangunan beserta isinya, terutama pada bahan-bahan yang berasal dari kayu dan produk turunan kayu yang mengandung selulosa, seperti buku, sepatu, lukisan, dan lain-lain. Mengenai daya rusak rayap, bisa juga dibaca di Bahaya serangan Rayap.

Namun saat ini masih banyak pemilik rumah, gedung atau pengelola properti yang masih bimbang dan bingung tentang teknik atau cara perlakuan seperti apa yang cocok dan tepat untuk mencegah, membasmi, dan mengendalikan rayap di bangunan mereka. Baik bangunan yang sudah diserang rayap, maupun bangunan yang belum (akan) diserang rayap. Baik itu teknik pengendalian untuk bangunan yang sudah berdiri, maupun cara pengendalian untuk bangunan yang belum berdiri (pra konstruksi).

Oleh karena itu, kami mencoba memberikan pedoman umum /ringkas mengenai cara yang tepat untuk mengatasi rayap di rumah, gedung, dan properti lainnya, sesuai dengan situasi-kondisi, permasalahan, jenis rayap dan riwayat di tiap-tiap bangunan, sebagai berikut:

1. Bangunan yang akan didirikan / pra konstruksi

Pada tahap ini pekerjaan bersifat pencegahan. Rekomendasi aplikasi treatment yang tepat adalah dengan teknik penyemprotan / spaying dimulai semenjak penggalian pondasi (tapak) bangunan, dan kayu-kayu direndam atau disemprot dengan termisida (pestisida anti rayap), kemudian proses penyemprotan mengikuti pembangunan konstruksi sampai selesai.

Namun saat ini sudah banyak pelanggan yang memakai metode sistem umpan saat bangunannya sudah mendekati selesai.

2. Bangunan yang sudah berdiri dan atau sudah diserang rayap

Pada kondisi ini pekerjaan bersifat pembasmian rayap yang sudah menyerang. Namun pada kondisi ini biasanya masih banyak perusahaan jasa pest control  atau jasa pembasmi rayap yang menawarkan metode penyemprotan dan injeksi (pengeboran). Padahal metode penyemprotan atau injeksi ini belum tentu cocok dengan situasi dan kondisi penghuni rumah atau bangunan, misalnya antara lain:

– Pemilik rumah / bangunan yang sensitif  atau tidak kuat dengan aroma bahan kimia racun anti rayap (racun bukan obat, kalau obat gunanya untuk menyembuhkan penyakit)

–  Pemilik rumah yang ada bayi atau anak kecil

– Pemilik rumah yang repot untuk mengungsi sementara waktu saat pekerjaan anti rayap berlangsung

– Pemilik rumah yang memelihara hewan kesayangan, seperti kucing, burung, ikan dan lain-lain.

– Pemilik rumah atau bangunan yang tidak mau lantai mereka rusak karena harus dilubangi untuk injeksi bahan kimia termisida atau racun (bukan obat) anti rayap.

– Pemilik / pengelola properti atau pabrik yang di dalamnya ada kegiatan produksi, terutama industri makanan, pasti mereka menghindari risiko kontaminasi produk akibat aplikasi bahan kimia / racun (bukan obat) anti rayap.

– Pemilik bisnis atau pelaku industri yang menerapkan standardisasi yang tidak menganjurkan penggunaan bahan kimia termisida cair di lingkungan kerjanya.

Bagi Anda yang mencemaskan risiko atau memiliki kendala seperti gambaran di atas, maka kami menganjurkan metode sistem umpan yang ramah lingkungan dengan bahan aktif Hesaflumuron. Karena selain aman, tidak berbau, dan tidak mengkontaminasi lingkungan sistem ini terbukti menuntaskan kelompok (koloni) rayap tanah (Coptotermes) sampai ke akar (sarangnya). Sebagai catatan, rayap yang jenis inilah yang ditemukan paling berbahaya dan paling merusak di Indonesia.

Sementara sistem injeksi, penyemprotan atau barrier, hanya bersifat membunuh rayap yang muncul ke permukaan saja, dan hanya menghalangi saja, dan tidak bisa menjamin semua koloni rayap akan mati sampai ke akar (sarangnya).

3. Bangunan yang belum terserang rayap, atau yang sudah di anti rayap

Pada kondisi ini pekerjaan bersifat pengendalian dan pemeliharaan, yaitu ketika ada indikasi serangan rayap baru, maka jasa anti rayap segera mengendalikannya sehingga rayap tidak menyebar ke mana-mana dan tidak menimbulkan kerusakan besar pada bangunan.

Teknik atau metode yang tepat untuk kondisi ini adalah dengan sistem monitoring atau pengecekan rutin di semua lokasi bangunan. Kalau ditemukan rayap aktif jenis maka dilakukan pemasangan umpan. Sistem pengendalian ini sebaiknya juga memasang peralatan termite control unit In Ground yang diharapkan berfungsi sebagai alarm rayap (deteksi rayap) di sekeliling bangunan yang berhubungan dengan tanah.

Dan kalau ada ditemukan serangan rayap jenis lain selain rayap tanah (Coptotermes), yang rayapnya biasanya sering muncul di pepohonan atau di kusen bagian bawah bangunan di daerah-daerah tertentu seperti daerah Serpong, Karawaci Tangerang, dan sebagian kecil daerah lainnya, maka tidak ada salahnya perlakuan treatment juga di kombinasi dengan sistem lain seperti spraying dan injeksi.

 

Kenapa Rayap Mengurai di Tempat dan Waktu yang Salah?

Selain dikenal sebagai hama serangga perusak,  rayap juga sangat dibutuhkan bagi ekosistem alam semesta. Rayap merupakan insekta atau serangga yang bermanfaat dan menguntungkan bagi kelangsungan hidup manusia, dikarenakan rayap memiliki kemampuan sebagai pengurai sisa tanaman/ kayu yang mengandung selulosa, lalu diubah atau diurai menjadi D-glukosa atau gula alami. Sehingga nutrisi bagi tanaman dan kesuburan tanah tetap terjaga. Kemampuan rayap sebagai dekomposer ini tidak dimiliki oleh sistem pencernaan manusia dan organisme tingkat tinggi lainnya.

Serangga sosial yang juga sering disebut ‘semut putih’ ini dikenal secara luas sering merusak bangunan dan benda-benda rumah tangga serta peralatan kerja seperti lemari, kitchen set, meja, kursi, lukisan, bahkan buku-buku dan arsip, serta sepatu dan bahan-bahan turunan kertas lainnya yang kesemuanya mengandung zat selulosa yang sangat disukai nya. Selain itu rayap juga menyerang hasil hutan, perkebunan, dan hasil pertanian seperti sawit, karet, dan lain-lain.

Pertanyaannya, kenapa rayap terutama golongan Rayap Tanah jenis Coptotermes menyerang / merusak bangunan, bahkan berusaha naik sampai ke plafon dan lantai-lantai atas gedung? Padahal rayap yang dikenal dengan daya rusak yang hebat dan dianggap paling berbahaya ini, harusnya bersarang di kediamannya yang berada di dalam tanah bersama induk / ratu atau koloni nya.

Lalu kenapa rayap harus bersusah payah mencari makan sampai harus menembus beton dan melewati retakan-retakan dinding di bangunan, selama 24 jam sehari, dan 7 hari seminggu non stop? Apakah sudah tidak tersedia lagi makanan di dalam tanah atau di luar bangunan yang sehingga rayap harus naik menyerang bangunan?

Dan kalau memang fungsi asli rayap sebagai pengurai, kenapa rayap terlalu cepat mengurai, kayu, kusen, plafon, lemari, buku dan peralatan manusia lainnya sementara peralatan itu masih dibutuhkan oleh manusia? Lagi pula aktivitas rayap tersebut dilakukan secara diam-diam tanpa seizin dari si pemilik rumah/ bangunan.

Padahal seharusnya rayap mengurai semua unsur selulosa itu ketika kayu-kayu dan peralatan tersebut sudah dibuang oleh pemiliknya ke tempat sampah atau ke tempat tanah pembuangan akhir.

Tapi kok rayap nggak sabar sih? hehe

Semuanya pasti ada sebab, akibat, jawaban dan hikmahnya.

Sumber referensi: id.wikipedia.org, dan berbagai sumber

Bahaya Serangan Rayap

Bahaya Serangan Rayap

Penyebab utama hancurnya bangunan ternyata bukan hanya karena bahaya kebakaran, gempa bumi atau angin ribut, tetapi juga adalah karena “rayap”. Faktanya menunjukkan bahwa rayap adalah serangga yang tidak tahu diri. Betapa tidak, rayap merusak bangunan tanpa pandang bulu siapa penghuni dan pemiliknya, termasuk juga menyerang bangunan yang di diami oleh orang no.1 di Indonesia yaitu istana merdeka.

Hampir di semua kota-kota besar di Indonesia, hama rayap menjadi ancaman terhadap bangunan gedung maupun perumahan. Banyak sekali bangunan gedung dan perumahan terserang oleh rayap dan tidak sedikit kerugian yang dialami oleh pengelola gedung dan para pemilik perumahan.

Seperti yang kita ketahui bersama, kini laju pembangunan gedung, mal-mal dan bangunan-bangunan lainnya semakin tinggi. Hal ini tentunya mengakibatkan habitat-habitat alami rayap terganggu dan merubah serangga ini menjadi hama yang berbahaya. Penggunaan kayu-kayu yang tidak awet juga mengakibatkan tingginya serangan rayap.

Secara biologis, rayap hidup berkoloni dan memakan semua material atau property yang mengandung unsur kayu atau yang disebut dengan “selulosa”. Rayap juga mampu menyerang bangunan dengan kostruksi yang kokoh sekalipun. Saya pernah membaca sebuah artikel penelitian, bahwa rayap dapat mengeluarkan cairan dari perutnya yang mampu melapukkan campuran pasir dan semen (wow…luar biasa khan..). Ini menunjukkan kemampuan rayap yang dapat masuk dengan mudah kedalam bangunan meskipun dengan celah sekecil apapun.

Perlu diketahui juga bahwa rayap aktif mencari makan 24 jam. Berarti “rayap tidak tidur”. Nah… berarti tingginya potensi ancaman serangan rayap ini mengharuskan setiap bangunan gedung dilindungi dari serangan rayap.   Dewasa ini, sudah banyak dikenal teknik perlindungan bangunan dari serangan rayap yang tidak tahu diri ini, yaitu “teknik pengumpanan” dan “perlakuan tanah”.

Pengendalian rayap bukanlah suatu hal yang mudah. Operator harus mengetahui teknik-teknik pengendalian rayap dan selain itu juga harus memahami dengan baik mengenai bio ekologi hama rayap.

Terimakasih, semoga dapat menjadi informasi dan wawasan yang bermanfaat.

Salam Power

Mengapa Nyamuk Menghisap Darah Manusia

Kenapa ya nyamuk menghisap darah manusia?  ada apa dengan nyamuk?

Ok.., mari kita cari tahu…

Sebenarnya nyamuk menghisap darah bukan sekedar untuk memuaskan nafsu makanannya saja atau mereka sedang haus. Nyamuk itu lebih selera menghisap madu, nektar dari bunga-bunga, dan juice.

Stilet (mulut penusuk) pada “nyamuk jantan” itu lemah tidak mampu menembus kulit manusia atau hewan, sehingga nyamuk jantan lebih suka memakan cairan tumbuh-tumbuhan.

Tetapi faktanya nyamuk menggigit manusia..? mungkin demikian pertanyaan anda…

Oke.., Yang menggigit dan menghisap darah manusia atau hewan itu hanya “nyamuk betina”, itupun diperlukan untuk proses pembentukan telur. Mereka membutuhkan banyak protein amino yang terdapat dalam darah.

Seperti kita ketahui, bahwa darah manusia mengandung sedikit asam amino, nyamuk lebih menyukai darah kerbau, sapi atau tikus, tapi kalau ada manusia yang jumlahnya lebih banyak, dan lebih mudah di “gigit”, ya kenapa tidak..?

Nyamuk selalu dapat menemukan sasarannya dengan tepat karena mereka “melihat” dengan gerakan, panas tubuh, bau tubuh kita dan hembusan nafas CO2 yang dihembuskan oleh manusia…

Pada saat nyamuk hinggap di tubuh kita, mereka menempelkan mulut penusuknya yang disebut “stilet”yang terdapat seperti pisau yang merobek kulit kita, hingga menemukan urat darah, setelah itu baru darah kita di hisap. (ingat..,nyamuk betina saja ya)

Perlu diketahui juga, saya pernah membaca sebuah penelitian bahwa dalam proses menghisap darah manusia nyamuk juga mengeluarkan air liur yang dapat mencegah darah yang dia hisap membeku (seperti yang kita ketahui bahwa darah kita akan segera membeku jika terkena udara ya kan?)

Nyamuk itu luar biasa kan.., proses nyamuk menghisap darah manusia berlangsung cepat dan akurat. Mungkin seorang dokter yang sedang menusukkan jarum sutik ke kulit kita untuk mengambil sample darah juga kalah cepat…he.he..

Setalah nyamuk merasa “kenyang” dia akan mencabut “stilet” dan terbang. Air liur yang tertinggal di kulit kita akan merangsang tubuh seperti ada sesuatu yang menggangu, maka terjadilah proses yang populer disebut “alergi”, kemudian yang terjadi adalah gatal-gatal dan bentol.

Jadi yang menghisap darah manusia adalah nyamuk betina ya..

 

Salam Power

Tim Insekta

Pengendalian Hama bukan Pembasmian Hama

Masyarakat umumnya sering menganggap jika memakai jasa perusahaan pest control berarti solusi tuntas 100% untuk tidak ada hama lagi di rumah atau lingkungan mereka. Jika sudah dilakukan fogging (pengasapan) berarti nyamuk tuntas tidak akan datang lagi. Apakah betul demikian..? Saya katakan “tentu saja tidak demikian..”

Kenapa demikian ya..??

”Karena hama juga mahluk hidup yang memiliki kemampuan untuk survive (bertahan hidup) khususnya untuk mengadaptasi terhadap perubahan pada area tempat perkembangbiakan mereka. Jadi perlakuan apapun yang dilakukan hanya akan mempengaruhi dalam kurun waktu tertentu pada siklus hidup mereka, selanjutnya mereka akan meneruskan kegiatan rutin dengan muncul dari tempat yang lain”

Saya menegaskan bahwa solusi tepat mengatasi hama untuk jangka panjang adalah dengan menerapkan pengendalian hama secara terpadu.
Bukan pembasmian ya… Tetapi pengendalian terhadap populasi hama pengganggu yang menggabungkan berbagai teknik pengendalian, dengan prioritas pada penggunaan non kimia seperti  tindakan pencegahan (prevention), eksklusi (exclution) dan sanitasi (sanitation). Kalaupun pestisida akan digunakan, harus dilakukan secara bijaksana dengan memilih dan menggunakan produk-produk yang aman bagi manusia dan lingkungan.

Terpadu, merupakan kerjasama antara pihak pemilik area dengan penyedia jasa pest control.
–    Perilaku alamiah mahkluk hidup ialah mencari makan apapun caranya dan berkembang biak. Berarti cara efektif untuk mengendalikan populasi adalah dengan memutuskan suplai makanan dan membuat ketidaknyamanan area untuk tempat perkembangbiakan hama. (sanitasi dan higienitas area)
–    Jelas langkah pemutusan suplai adalah kegiatan rutin berkesinambungan pada area terkontrol yang hanya bisa dilakukan oleh pihak pemilik area yang bersangkutan.
–    Lalu membuat ketidaknyamanan juga merupakan kegiatan yang rutin tetapi dalam kurun waktu yang berjangka. Dan siapapun bisa melakukannya, misalnya: membiasakan untuk tidak menumpuk atau menyimpan barang-barang yang tidak terpakai, karena dapat menjadi habitat bagi hama. (pola sanitasi)
–    Berarti pemilik area dan penyedia jasa pest control perlu melakukan sosialisasi tentang pentingnya sanitasi dan higienitas area kepada karyawan atau penghuni gedung. (komunikasi)
–    Pencegahan, ini sangat penting sekali. Dengan melakukan rancangan-rancangan khusus pada struktur bangunan seperti memastikan desain saluran air yang selalu mengalir, tidak ada air yang menggenang. Karena genangan air pasti akan berpotensi menjadi sumber keberadaan hama nyamuk. Pemasangan plastik curtain atau air curtain pada pintu utama bangunan dan banyak lagi lainnya.
–    Pada kondisi cuaca tertentu, bila terjadi lonjakan perkembangbiakan hama, baru saatnya pestisida digunakan. Pestisida baru digunakan jika indeks populasi hama telah mencapai angka tertentu. Dengan demikian, maka populasi hama dapat dikendalikan tanpa merusak lingkungan.

Di atas hanyalah sedikit gambaran tentang implementasi pengendalian hama terpadu. Menurut saya pengendalian hama harus lebih menitik beratkan pada konsultasi atau komunikasi dan penanganan darurat saja (treatment istilahnya gitu kan…hehe) dan selebihnya adalah tanggung jawab pemilik area.
Keberhasilan pengendalian hama lebih mudah dicapai apabila penyedia jasa dan pemilik area bekerjasama untuk menjaga lingkungan selalu bersih.

Salam
PT. Insekta Fokustama

Inilah Dampak Negatif dari Pengelolaan Sampah yang Kurang Memadai

Pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan dapat mengundang berbagai hama seperti lalat, tikus, kecoa dan jenis hama lainnya yang dapat menjangkitkan penyakit.

– Beberapa potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:

1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah juga dapat meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang baik / memadai.

2. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh lalat. Lalat merupakan vektor penyakit melalui bulu-bulu badanya, kaki lalat dan bagian tubuh lainnya, bila lalat hinggap pada makanan manusia maka kotoran tersebut akan menempel pada makanan yang akan dimakan oleh manusia, akhirnya timbul gejala pada manusia yaitu sakit pada bagian perut, lemas (diare).

– Dampak terhadap Lingkungan:
Cairan / rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan punah, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik (gas metana). Gas ini menimbulkan bau yang kurang sedap.

– Beberapa Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi:
1. Menjadikan lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat (bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk)
2. Menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
4. Menyebabkan banjir. pembuangan sampah pada saluran air/sungai dapat menyumbat aliran air.
5. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.

 

Salam Power
Tim Insekta

Dirangkum dari berbagai sumber

 

Sekilas Tentang Pengendalian Hama Terpadu (IPM)

Berbagai macam upaya pengendalian hama serangga dan tikus baik di lingkungan perumahan ,di lingkungan komersial maupun di lingkungan industrial telah dilakukan oleh manusia dalam waktu yang sudah cukup lama.

Usaha mengendalikan hama-hama tersebut selama ini lebih banyak dilakukan dengan mengandalkan penggunaan pestisida dan teknik-teknik konfensional saja. Jarang sekali pengendalian dilakukan secara komprehensif dan terpadu, yang melibatkan semua aspek yang mempengaruhi keberadaan hama tersebut. Apabila untuk pengendalian hama hanya mengandalkan penggunaan pestisida saja, maka untuk jangka panjang masalahnya tidak akan teratasi dengan baik.

Selain itu dampak dari penggunaan pestisida yang terus menerus seperti yang selama ini menjadi kegiatan rutin pest control pada umumnya telah menyebabkan timbulnya masalah resistensi hama, menimbulkan potensial kesehatan manusia, mengancam spesies non target dan pencemaran lingkungan karena limbah pestisida. Salah satu usaha untuk mengurangi atau meminimalkan dampak negatif dari penggunaan pestisida adalah dengan menerapkan program pengelolaan hama terpadu atau integratedpest management (IPM).

IPM merupakan suatu metode pengendalian hama yang menggabungkan berbagai metode pengendalian, dengan prioritas pada penggunaan non kimia seperti  tindakan pencegahan (prevention), eksklusi (exclution) dan sanitasi (sanitation). Kalaupun pestisida akan digunakan, harus dilakukan secara bijaksana dengan memilih dan menggunakan produk-produk yang aman bagi manusia dan lingkungan.

IPM dapat mengurangi resiko dari penggunaan pestisida yang terus menerus dan dapat memperbaiki kualitas pest control yang dilakukan.

Untuk bisa menerapkan sistem IPM ini diperlukan pengetahuan yang baik mengenai biologi dan perilaku hama, pestisida dan metode aplikasi serta ilmu penunjang lainnya seperti sanitasi, housekeeping dan lain-lain.

Salam Power

Tim Insekta

PT. Insekta Fokustama

Kantor Pusat:
Grha Simatupang Tower 2 B Lantai 1 Jl. TB Simatupang Kav 38 Jakarta Selatan 12520. Telp. 021- 7802232 , 29409916 Fax. 021-7802146

Kantor Operasional :
Jl. Teluk Bayur 1 No. 7 C , komplek TNI AL Pasar Minggu Jakarta Selatan - 12550 Telp. (021) 7823557

Kantor Cabang:
- Komplek Wisma Lidah Kulon, Blok E No 1, Surabaya Telp. / Fax. (031) 99423200 HP: 087771401600
- Jl. Mutiara, komplek Mutiara Karawaci Blok F20 Karawaci, Tangerang 15810 Telp 021- 591 3177 / 5565 1274 HP: 0816-1489-105
- Komplek Taman Aster Blok A1 No. 96, Cikarang Barat Bekasi,Telp. 021-29088851 HP: 081399555126
- Jl. Menteng 7 / Jl. Nasional No. 19 A, Medan Tenggara - Medan, Telp. 061-42780095 Hp : 081268287826
Jl. Juanda 8 / Srikaya 5, No 36 B, Samarinda, Kalimantan Timur Telp: /Hp. : 0541-747038 Hp: 081311013508
Jl. Bedahulu 17 No. 5 Gatot Subroto, Denpasar Bali, Telp./Hp. : 081219722888
Jl. Paus - Nurul Yakin No. 46 A Tangkerang Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru , Riau, Telp./ 0761-8408850 HP: 082391186291

Depo:
- Bandung HP: 081318637631
- Semarang HP: 087771401600

Customer Service


0800-12-88888

Layanan Bebas Pulsa:

Email: insekta_ho@yahoo.co.id / sales@insekta.co.id