Banjir Datang, Tikus Mulai Menyerang

banjir datang, tikus mulai menyerang

Tidak terasa tahun 2013 sudah berlalu dan kini kita masuk di tahun 2014. Resolusi dan target baru pasti sudah di siapkan untuk kita perjuangkan pada tahun 2014 ini. Namun di sisi lain, seperti yang kita ketahui bersama, saat ini, memasuki awal tahun ini musibah banjir terjadi di mana-mana di banyak kota dan daerah di Indonesia terutama di Jakarta.

Banyak pakar dan para profesional yang mengatakan bahwa banjir yang terjadi salah satunya adalah dampak dari kesalahan dan ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan. Ketidak pedulian manusia seperti kebiasaan membuangan sampah di kali, pembangunan gedung dan bangunan yang merajalela tanpa memperhatikan resiko atau anilisa terhadap dampak lingkungan yang akan terjadi. Dan juga pelangaran tata ruang yang semakin merajalela.

Yah..Begitulah realita yang ada. Namun di sini saya tidak akan mengulas tentang banjir atau penyebab banjir karena memang bukan kapasitas dan keahlian Saya. Di sini Saya akan mengulas tentang masalah yang terjadi akibat banjir ini. Perlu diwaspadai, setelah banjir terjadi biasanya berbagai macam wabah penyakit datang dan mengancam kesehatan Kita. Salah satunya adalah ancaman terhadap serangan tikus.

Banjir yang datang dapat mengakibatkan habitat tikus terganggu. Seperti yang telah Saya sampaikan pada salah satu artikel Saya sebelumnya, tikus juga mahluk hidup seperti halnya manusia, mereka mempunyai kemampuan untuk survive (bertahan hidup). Sehingga, jika sarang dan habitat mereka terganggu (terendam banjir) maka akan terjadi penyebaran populasi dan perubahan pola hidup tikus. Mereka akan bertahan, salah satunya dengan masuk kedalam bangunan-bangunan gedung atau rumah.

Tentu, masalah baru akan timbul akibat tikus masuk kedalam bangunan ini. Masalah biasanya juga banyak di alami oleh pemilik bangunan rumah dan gedung. Kerugian ekonomi juga sering di keluhkan oleh beberapa pemilik atau pengelola supermarket, gudang makanan dan restoran karena produk makanan mereka di serang oleh tikus.

Oleh karena itu, ancaman serangan tikus ini harus di waspadai, beberapa tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah tikus agar tidak dapat masuk kedalam bangunan. Tikus masuk kedalam bangunan dapat melalui lubang saluran air, celah-celah yang terdapat pada bangunan dan bahkan celah pada bawah pintu. Pencegahan ini dapat di lakukan salah satunya dengan menutup semua celah yang dapat menjadi akses masuk tikus ini.

Selain itu, pencegahan dan pengendalian dapat di lakukan dengan melakukan konsultasi kepada perusahaan pembasmi tikus. Waspadailah bahaya serangan tikus pada saat musim hujan dan banjir seperti saat ini, karena selain wabah penyakit, kerugian secara ekonomi juga dapat di timbulkan oleh tikus.

Demikian artikel ini Saya sampaikan dan semoga bermanfaat.

Musim Hujan Datang, Waspadai Serangan Rayap

Rayap

Jika sudah masuk di musim hujan seperti ini, biasanya banyak serangga menyebar dan masuk kedalam bangunan, salah satunya adalah “rayap”. Perlu diwaspadai, karena biasanya akan banyak sekali rayap yang mulai berdatangan, sebab musim hujan adalah saat yang tepat bagi rayap tanah naik kepermukaan untuk berkembang biak dan membentuk koloni baru, rayap-rayap tadi mencari dan menempati bagian-bagian rumah, yang terbuat dari kayu, yang letaknya tersembunyi.

Apakah Anda mulai menemukan gundukan tanah atau jalur tanah berwarna kemerahan, berpasir maupun berwarna hitam..? sudah dibersihkan tapi muncul lagi…? atau mulai terdengar suara gemerisik di bagian-bagian rumah yang terbuat dari kayu, suara keratan pada plafon misalnya. Sudah bisa dipastikan ada koloni rayap mampir dan menginap di rumah atau bangunan Anda.

Mungkin bagi Anda dan kebanyakan orang pada umumnya menganggap kedatangan dari mahluk kecil yang satu ini merupakan hal yang biasa saja, tapi jika Anda terlalu acuh dan tidak memperdulikan maka rayap ini akan bisa menjadi ancaman besar bagi rumah atau bangunan yang Anda miliki. Perlu diketahui juga, dalam musim hujan seperti ini, kecepatan merusak bagi rayap tanah akan lebih cepat. Seperti yang telah saya ulas dalam beberapa artikel saya sebelumnya, bahwa rayap aktif mencari makan 24 jam serta bersarang di dalam tanah dan memiliki jumlah koloni jutaan.

Berdasarkan pengalaman dan beberapa kasus yang terjadi, banyak pemilik bangunan yang mengeluhkan adanya rayap yang datang di musim hujan karena mereka akan menjadi bekerja lebih agresif untuk menggerogoti rumah dan property kayu, sebab disamping bagunan atau property yang mereka miliki menjadi rusak, tentunya kerusakan akibat rayap ini akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau membasmi datangnya rayap di musim hujan ini. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga agar bagian rumah dan furnitur yang terbuat dari bahan kayu yang ada di rumah Anda tidak sampai lembab. Kenapa demikian? Sebab bahan kayu yang lembab akan mudah sekali mengundang perhatian bagi para rayap tersebut untuk datang, dan jika hal ini sudah terjadi maka rumah Anda akan menjadi rusak tentunya. Disamping itu juga, masih ada cara lain yang bisa anda lakukan yang lebih efektif dan efisien untuk membasmi rayap tersebut.

Banyak para pemilik bangunan menggunakan bahan kimia termisida dan menyemprotkan sendiri di bagian rumah atau furnitur kayu yang terdapat rayap tersebut. Namun hal ini tidak akan efektif dalam menuntaskan permasalahan rayap yang ada, karena pengendalian rayap itu bukan hanya sekedar membunuh rayap yang terlihat saja dan bahan kimia termisida harus digunakan dalam dosis yang tepat karena jika terlalu berlebih akan memberikan masalah kesehatan dan permasalahan pada lingkungan sekitar.

Kemudian, langkah lainnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan memanggil melakukan konsultasi kepada perusahaan jasa pengendalian rayap. Mereka, para penyedia jasa anti rayap pasti akan lebih memahami tentang biologis dan teknik yang tepat dalam mengatasi permasalahan rayap yang ada di rumah atau bangunan Anda. Salah satunya adalah “insekta”. Kami dapat memberikan solusi efektif, dan efisien sesuai dengan tingkat permasalahan rayap di rumah dan bangunan Anda.

Banyak teknik dan tips untuk mengendalikan rayap. Sebagai gambaran, salah satunya ada dua teknik pengendalian rayap yang dapat anda pilih, yaitu

  1. Injection dan spraying system : Yaitu dilakukan penyuntikan tanah dengan cairan termisida pada sekeliling tepi tembok bangunan dengan menempatkan barrier residual dengan ketahanan diatas 3 tahun.
  2. Bait system : Yaitu dilakukan dengan metode pengumpanan pada area dalam dan luar bangunan, dan diadakan pengontrolan secara berkala setiap bulan. Metode ini dilakukan dengan cara container bait di tempatkan area rawan rayap, apabila ada rayap yang keluar maka rayap-rayap tersebut akan menuju umpan yang dipasang. Umpan ini akan membuat rayap mandul dan menggagalkan proses ganti kulit (molting) dan rayap akan tuntas terkendali hingga koloninya.

Jangan biarkan rumah Anda menjadi makanan empuk bagi mahluk yang satu ini. Jika hal ini sampai terjadi maka bisa jadi Anda akan mendapati rumah Anda menjadi rapuh dan hancur.

Rumahku istanaku, sayangi rumah kita dengan melakukan perlindungan anti rayap.

Salam,

Tim insekta

Tikus Hama Perusak dan Membawa Penyakit

Tikus Hama Perusak & Menyebarkan Penyakit

Sudah pasti, hampir semua orang tidak suka jika binatang pengerat satu ini menjadi penghuni gelap di rumah kita, termasuk saya. Kenapa ? selain jorok dan menjijikkan, tikus sangat hobi sekali merusak, mulai dari kabel-kabel listrik atau komputer, pintu yang terbuat dari kayu, pipa air, pipa listrik, plafon kayu dll. Dimanapun ia bisa mengerat, maka ia akan mengerat karena ini merupakan salah satu kebiasaan tikus yang dilakukan untuk mengasah gigi depannya agar tidak tumbuh menembus rahangnya .

Tikus adalah binatang malam (nocturnal).

Alasan utama tikus memasuki rumah kita sebenarnya hanya dua hal, yakni untuk mencari makanan dan tempat berlindung. Tikus cenderung menggunakan rute yang sama untuk berjalan ke dan dari sumber makanan untuk selama mungkin. Perilaku lain dari tikus adalah neophobia, kecurigaannya terdapat hal yang baru, sehingga tikus tidak mudah dijebak atau diberi racun bila mereka melihat bahwa tikus lainnya mati karena memakan racun tersebut seketika. Selain itu juga tingkat adaptasi tikus sangat tinggi, sehingga penggunaan elektromagnet untuk mengusir tikus hanya akan efektif untuk beberapa saat saja.

Perlu anda ketahui juga. Bahwa dalam kondisi ideal, sepasang tikus dapat berkembang biak menjadi 2.000 ekor per tahun. Faktor yang sangat berpengaruh dalam pengembang biakan tikus adalah makanan. Mencari makan pada malam hari (nocturnal) dengan mengandalkan indra peraba dan penciumannya. Secara umum makanan favorit tikus adalah biji-bijian. Kerugian materi dan bahaya penyakit yang dapat ditimbulkannya, merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengendalikan keberadaannya

Jenis Tikus
Ada tiga spesies tikus yang umum yaitu:
1. Tikus Got (Rattus Novergicus)
2. Tikus Rumah (Mus musculus) dan
3. Tikus Atap (Rattus rattus)

Beberapa masalah yang ditimbulkan oleh tikus :
1. Merupakan vektor dari penyakit-penyakit yang membahayakan, seperti : Pes, Salmonella (meracuni makanan dengan kotorannya), Leptospirosis (terinfeksi penyakit oleh tikus, ketika berenang atau mandi dengan air tercemar), demam yang disebabkan oleh gigitan tikus, dll
2. Keberadaannya mengganggu kehidupan manusia, khususnya keratan gigi depannya.
3. Tikus sering menggigit kabel atau jaringan istalasi listrik pada suatu bangunan sehingga kabel terkelupas kemudian terjadi korsleting, dan tidak jarang terjadinya korsleting ini berujung pada kebakaran.
4. Sebagai indikator kurang baiknya sanitasi pada suatu area.
5. Kerusakan produk akibat gigitan tikus, hal ini sering dikeluhkan oleh pemilik toko atau supermarket.

Dilihat dari biologisnya,tikus merupakan binatang yang cerdik dan cepat dalam berkembangbiak, apalagi jika kondisi sanitasi lingkungan mendukung (sanitasi yang buruk). Dari segi masalah atau akibat yang ditimbulkannya maka pengendalian hama tikus itu “wajib” dilakukan.

Untuk informasi dan tips dalam pengendalian tikus anda juga dapat membacanya dalam artikel tanda-tanda keberadaan tikus dan tips mudah mengusir tikus.

salam power

tim insekta

Inilah Penyebab Kenapa Harga Jasa Anti Rayap ‘kok mahal’

Banyak pemilik rumah / properti yang langsung kaget saat menerima atau mendengar penawaran harga jasa pembasmian rayap dari perusahaan anti rayap yang mereka pilih untuk mengajukan penawaran harga pemberantasan rayap di rumah / properti nya. Rata-rata pemilik rumah rumah mengeluhkan harga untuk anti rayap itu sepertinya kok mahal sekali, padahal rayap yang muncul di rumah / properti nya cuma 1-2 atau 3 titik, namun harganya terasa sangat mahal.

Tidak sedikit pula pemilik properti yang mencoba mencari pembanding harga dari perusahaan jasa sejenis, mungkin barangkali saja ada yang menawarkan harga yang jauh lebih murah.

Namun berdasarkan dari pengalaman sehari-hari, rata-rata perusahaan sejenis dengan teknik pengendalian yang sama, pasti akan memberikan harga yang juga tidak jauh berbeda dengan perusahaan pest & termite control lain. Kenapa demikian, karena bahan baku (chemical),  upah tenaga kerja, sewa peralatan, bensin, dan biaya lainnya, sama-sama harus dikeluarkan oleh perusahaan jasa tersebut.

Dan kalaupun ada perusahaan jasa pembasmi rayap yang berani menawarkan harga yang sangat murah (bukan yang lebih murah), pasti teknik yang digunakan rata-rata sangat berbeda dengan teknik yang digunakan oleh perusahaan Pest & Termite Control yang memiliki nama, kredibilitas, dan kualitas dan izin yang lengkap dari lembaga atau instansi terkait sebagai operator resmi.

Namun juga hal yang lebih prinsip yang menyebabkan harga anti rayap ini terlihat mahal adalah, rata-rata teknik pengendalian yang digunakan oleh perusahaan anti rayap untuk membasmi dan memberantas rayap bukan sesederhana yang dikira. Karena untuk membasmi dan mengendalikan rayap agar bisa tuntas, perlu teknik atau cara yang tepat, kalau teknik nya tidak tepat, malah rayap yang ada bisa makin menyebar kemana-mana, dan akan makin sulit untuk dikendalikan.

Untuk lebih jelasnya mengenai teknik pengendalian yang cocok dan yang tepat dengan masing-masing permasalahan rayap di lapangan, silahkan disimak di http://insekta.co.id/cara-tepat-mengatasi-rayap.html .

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Kami segenap pimpinan dan karyawan PT. Insekta Fokustama, mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

Taqobbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘ amin wa antum bikhoir (Semoga Allah meridhoi & menerima semua amal ibadah kita, dan semoga kebaikan menyertai kita sepanjang tahun / masa). Aamiin

Mohon maaf lahir & batin atas semua salah dan khilaf.

Mengusir dan Membasmi Lalat

Mengusir dan Membasmi Lalat

Lagi santai dan minum kopi tiba-tiba ada lalat masuk ke dalam gelas, ampun deh… Sekarang saya akan membahas sedikit tentang lalat yang menyebalkan. Lalat yang hilir mudik, mondar mandir di dalam rumah amat menyebalkan bukan?. Membasmi lalat bukan hal yang mudah, karena begitu lalat kita usir dia akan pergi, namun beberapa detik atau menit kemudian akan kembali lagi.

Lalat merupakan serangga terbang yang sangat umum menjadi hama pengganggu di rumah, restoran dan di lingkungan kita lainnya. Perananan lalat lebih cenderung sebagai vektor atau pembawa atau penular penyakit pada manusia seperti disentri dan keracunan makanan. Lalat menularkan penyakit ini didukung dari bentuk tubuhnya yang banyak terdapat bulu sehingga virus dan bakteri melekat pada tubuhnya. Selain itu, lalat juga mempunyai cara makan yang unik, yaitu lalat meludahi makanannya terlebih dahulu sampai makanan tersebut cair baru disedot ke dalam perutnya.

Tentang Lalat
Lalat termasuk dalam kelompok serangga yang berasal dari subordo Cyclorrapha dan ordo Diptera. Secara morfologi, lalat mempunyai struktur tubuh berbulu, mempunyai antena yang berukuran pendek dan mempunyai sepasang sayap asli serta sepasang sayap kecil (berfungsi menjaga kestabilan saat terbang). Lalat mampu terbang sejauh 32 km dari tempat perkembangbiakannya. Meskipun demikian, biasanya lalat hanya terbang 1,6-3,2 km dari tempat perkembangbiakannya.

Siklus hidup lalat terdiri dari 4 tahapan, yaitu telur, larva, pupa dan lalat dewasa. Pada kondisi yang optimal (cocok untuk perkembangbiakan lalat), satu siklus hidup lalat tersebut (telur menjadi lalat dewasa) hanya memerlukan waktu sekitar 7-10 hari dan biasanya lalat dewasa memiliki usia hidup selama 15-25 hari. Dalam waktu 3-4 hari, seekor lalat betina mampu menghasilkan telur sebanyak 500 butir. Bisa kita bayangkan, dengan kemampuan berkembang biak lalat tersebut dapat memberikan ancaman tersendiri.

Bagaimana Pengendalian Lalat ?
Pengendalian lalat telah menjadi suatu keharusan. Apalagi jika kita sudah mengerti tentang akibat yang ditimbulkannya. Lalat juga tergolong salah satu insekta atau serangga yang sulit untuk dikendalikan karena mobilitas lalat sangat tinggi, lalat mempunyai kemampuan berkembang biak yang cepat dan dalam jumlah yang banyak, apalagi jika kondisi lingkungan cocok bagi perkembangbiakan lalat. Agar lalat bisa terbasmi dengan baik, sudah pasti, pengendalian lalat ini membutuhkan teknik yang tepat. Pengendaliannya harus dilakukan secara terpadu dan meyeluruh, yaitu kombinasi pengendalian secara mekanik, secra biologi, secara kimia dengan tepat dan menerapkan kontrol manajemen dengan baik. Dan dengan cara-cara tradisional juga dapat dilakukan.

Kebersihan
Kunci untuk mengendalikan lalat adalah sanitasi. Menghilangkan tempat perkembangbiakan lalat, yaitu, area yang mereka sukai dan dimana mereka berkembangbiak, biasanya cukup untuk menghilangkan dan mencegah infestasi lalat. Sebaliknya, tanpa sanitasi menyeluruh, metode pengendalian lainnya sebagian besar tidak efektif. Oleh karena itu, sampah harus disimpan dalam wadah tertutup (dalam kantong sampah dan atau tempat sampah yang tertutup rapat). Tempat sampah harus dijaga sebersih mungkin, dikosongkan secara teratur. Juga, menghilangkan daerah kelembaban yang berlebihan.

Inspeksi
Inspeksi adalah kunci untuk sanitasi. Seringkali dilakukan dengan pemeriksaan menyeluruh dari suatu area dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis lalat yang terlihat, memeriksa area-area atau materi yang menarik lalat, memeriksa kondisi area yang menjadi sumber atau area potensi sebagai tempat berkembangbiak lalat dan kemudian menghilangkan tempat perkembangbiakannya.

Teknik Mekanik
Selain dapat dilakukan dengan memukul lalat hehe.., mengendalikan lalat dapat dilakukan secara mekanik termasuk menjebaknya. Banyak macam dan jenis perangkap atau jebakan lalat misalnya seperti perangkap lem (stiky dan kertas lem), perangkap cahaya ultraviolet yang banyak jenis dan desainnya.

Kimia Kontrol
Sebetulnya penggunaan pestisida bukan cara terbaik untuk menangani masalah-masalah lalat, namun pengendalian kimia dapat menjadi komponen yang penting dalam manajemen pengendalian lalat terpadu. Banyak jenis bahan kimia untuk mengendalikan lalat. Penggunaan pestisida untuk mengendaliakan lalat biasanya dilakukan oleh operator perusahaan jasa pengendalian hama (perusahaan pest control). Aplikasi biasanya dilakukan di area dalam dan luar bangunan, seperti penyemprotan langsung di area sumber lalat, dan teknik pengkabutan untuk di area dalam bangunan. Namun demikian, pestisida bukanlah solusi utama dalam mengendalikan hama. Operator harus paham betul mengenai aplikasi pestisida dan dampaknya terhadap lingkungan. Pestisida harus digunakan secara bijaksana.

Demikian adalah sedikit tentang biologi lalat serta cara pengendaliannya, dan masih banyak lagi cara dan tips dalam membasmi atau mengusir lalat di rumah dan lingkungan kita.

Semoga bermanfaat

tim insekta

Mengendalikan Semut di Rumah

“Bagaimana saya bisa menyingkirkan semut di rumahku?” Adalah salah satu keluhan pemilik rumah yang paling umum didengar oleh spesialis pengendalian hama serangga. Semut menyerang rumah untuk mencari makanan atau mencari perlindungan atau keduanya. Artikel ini menjelaskan perilaku semut dan memberikan tips pengendaliannya sehingga Anda, pemilik rumah, lebih siap untuk menangani hama ini.

Mengusir Semut di Rumah

Perilaku Semut
Secara biologis, perilaku semut sama dengan rayap, mereka hidup berkoloni, yang terdiri dari betina bertelur (Ratu), jantan berumur pendek, dan pekerja (betina steril). Semut yang sering anda lihat mencari makan di dapur adalah semut pekerja. Pekerja yang menemukan makanan berkomunikasi dengan pekerja lain dengan meninggalkan jejak karena mereka merayap kembali ke sarang. Meskipun anda tidak bisa mencium baunya, “jejak feromon” menempel pada tempat yang mereka lalui dalam jangka waktu yang lama dan membantu semut lain menemukan makanan.
Dalam fase laron, semut mengembangkan sayapnya dan terbang ke lokasi baru dan menyerang rumah untuk mencari makanan atau untuk membangun sarang baru.

Sebagai serangga yang hidup berkelompok, semut memiliki berbagai macam makanan, makan makanan yang manis, bahan berminyak, zat tepung, kayu, Bagian dari alasan bahwa semut menjadi gangguan di rumah kita adalah bahwa mereka sering menyukai jenis makanan yang sama yang kita lakukan, yaitu menyukai makanan yang manis dan makanan yang mengandung protein.

Semut menjadi gangguan besar untuk pemilik rumah dan cukup sulit untuk mengendalikannya. Anda tidak boleh meremehkan pentingnya sanitasi yang baik untuk menghilangkan sumber makanan yang dapat mengundang semut, meskipun sanitasi yang baik tidak bisa mengendalikan semut dengan sendirinya. Teknik pengendalian yang berbeda harus digunakan. Semut dapat dikontrol dengan kombinasi sanitasi yang baik, menghapus jejak feromon, menghilangkan sarang aktif. Semprotan insektisida dan umpan dapat digunakan untuk membunuh semut.

Meskipun anda tidak suka dengan kehadiran semut di rumah anda, Namun perlu diketahui juga bahwa semut adalah organisme bermanfaat dalam keseimbangan alam. Di alam, semut menjadi sahabat petani. Semut rangrang dapat melindungi kebun dari serangan hama dan penyakit. Semut ini memangsa hama baik yang merusak secara langsung maupun yang menularkan penyakit pada tanaman. Hasil penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa semut rangrang dapat memangsa berbagai hama misalnya kepik hijau, ulat pemakan daun, ulat pemakan buah dan kutu-kutuan pada coklat, mete, jeruk. Bahkan semut rangrang dapat mengusir tikus.

Tips Mengendalikan Semut

Pertama, Celah dan retakan pada bangunan harus ditutup untuk mencegah semut masuk ke dalam rumah. Jika Anda tidak menutup entry point, semut mungkin akan menemukan jalan mereka ke rumah Anda pada beberapa waktu kemudian.
Kedua, Gosok sekitar titik masuk dengan deterjen (untuk menghapus jejak feromon) dan semprot insektisida residual sekitar titik masuk.
Ketiga, Penggunaan umpan yang di lakukan oleh operator spesialis hama dapat digunakan untuk mengendalikan semut di luar sarang. Biasanya, agar umpan efektif, harus ditempatkan di daerah di mana semut sering lewat, kemudian umpan dimakan dan dibawa kembali ke sarang. Keberhasilan penggunaan umpan mungkin memerlukan waktu beberapa minggu atau lebih.
Keempat, Dengan semprotan insektisida yang dapat membunuh semut pekerja sebelum mereka bisa kembali ke sarang.

Semoga Bermanfaat

Tim Insekta

Solusi Efektif Mengendalikan Kecoa

 Kecoa merupakan serangga yang sering ditemukan hidup di dalam rumah, restoran, hotel, rumah sakit, gudang, perkantoran, dan lain-lain. Serangga ini sangat dekat kehidupannya dengan manusia, mereka menyukai tempat yang hangat, lembab, dan banyak terdapat ,makanan. Aktif pada malam hari di dapur, tempat penyimpanan makanan, sampah, saluran-saluran air kotor. Umumnya mereka menghindari cahaya, senang bersembunyi di tempat gelap. Serangga ini menggangu karena mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap.

Di dunia terdapat kurang lebih 3.500 spesies kecoa, 3 spesies yang umumnya terdapat di lingkungan kita  yaitu, Periplaneta Americana (kecoa amerika),  Blattella Germanica (kecoa jerman), Blattella Orientalis (oriental kecoa). Kecoa jerman merupakan tipe kecoa yang paling banyak memproduksi telur, siklus hidupnya singkat, kemampuan untuk bertahan hidup tinggi serta paling mudah beradaptasi terhadap habitatnya. Selain daya reproduksinya yang tinggi kecoa jerman juga sangat resisten terhadap pestisida.

kecoa

Umumnya pengendalian kecoa dilakukan dengan penyemprotan insektisida. Penggunaan insektisida memang memiliki beberapa keuntungan seperti kemudahan dalam mengoperasikanya, efektifitas yang tinggi, daya kerja yang cepat, dan dapat digunakan setiap waktu. Namun penggunaan insektisida yang tidak tepat dan berlebih secara terus menerus akan mengakibatkan terjadinya resistensi pada serangga terhadap insektisida tersebut. Selain itu juga, insektisida akan meninggalkan residu yang dapat mengkontaminasi organisme lain serta lingkungan sekitarnya.

Pengendalian kecoa umumnya kurang berhasil. Hal ini disebabkan teknologi jasa pengendalian hama kebanyakan dilakukan dengan cara mengandalkan spraying, fogging dan ULV pada setiap pengendaliannya. Teknik konvensional ini  jangkauannya sangat terbatas, dan hanya membunuh yang terkena, tidak menjangkau ke sarangnya. Metode ini  juga menimbulkan kerugian diantaranya adalah : Mengganggu aktifitas kerja, Harus dilaksanakan di luar jam kerja / malam hari, Penggunaan racun yang terus-menerus sehingga mengakibatkan kekebalan pada hama sasaran dan tidak baik terhadap lingkungan. Pada area sensitif seperti kitchen, tempat penyimpanan makanan, alat komputer dan elektronik sangat beresiko dengan penyemprotan insektisida. Oleh karena itu dibutuhkan solusi baru untuk pengendalian kecoa.

Dewasa ini, telah di temukan solusi efektif mengendalikan kecoa, yaitu pengendalian dengan system umpan. Pengendalian hama kecoa dengan menggunakan umpan akan membuat kecoa mengalami kerusakan sistem metabolismenya, tidak dapat mencerna makanan, sakit kemudian mati lemas di sarangnya.

Aplikasi umpan yaitu pada seluruh sela-sela dan retakan pada tembok, kitchen, lemari, meja, lantai dan tempat-tempat lain yang diduga atau telah menjadi sarang dan tempat istirahat kecoa. Setelah umpan di makan oleh kecoa maka akan menimbulkan efek pada jaringan perut kecoa dan kecoa akan mengalami diare kemudian kecoa mati. Efek domino akan timbul karena Sifat dari kecoa adalah kanibal sehingga kecoa yang sakit atau mati akan dimakan oleh kecoa lainya.

Pengendalian kecoa dengan menggunakan system umpan mempunya beberapa kelebihan, yaitu: Tidak menggunakan pestisida cair yang kurang friendly pada food area, Tidak menggunakan spraying, pengkabutan (ULV), atau  pengasapan (fogging), jadi tidak perlu waktu khusus dan tidak mengganggu aktivitas. Tidak beresidu, tidak berbau, tidak becek dan tidak menimbulkan polusi udara pada ruangan.

Selain dari pada itu, masih banyak lagi cara pengendalian kecoa yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satunya seperti yang telah kami ulas dalam artikel menghilangkan kecoa di rumah.

Namun demikian, sekalipun anda telah menyewa jasa pengendalian hama, keberhasilan pengendalian kecoa khususnya untuk jangka panjang tetap akan lebih mudah dicapai apabila pemilik area berusaha untuk selalu menjaga sanitasi dan higienitas lingkungannya, seperti yang telah kami sampaikan juga dalam artikel Sanitasi dalam Pengendalian Hama.

Semoga Bermanfaat
Tim insekta

Tindakan Awal Saat Rumah / Bangunan Kena Rayap

Serangan Rayap sering membuat pemilik rumah / pengelola properti jadi jengkel, bingung, dan bahkan jadi takjub dengan kemampuan daya rusak rayap yang sangat dahsyat. Untuk lebih jelasnya mengenai kemampuan rayap dan kerugian yang ditimbulkan oleh rayap, bisa baca di Bahaya serangan Rayap.

Sebagian besar perlakuan atau tindakan awal pemilik rumah / properti yang bangunannya terserang rayap, sering mengambil tindakan praktis dengan cara langsung membersihkan rayap yang muncul dengan teknik menyemprotkan cairan bahan kimia atau bahan tertentu seperti minyak tanah, dll, ke titik-titik munculnya serangan rayap. Hal ini dilakukan dengan harapan agar rayap yang menyerang bisa mati, berhenti menyerang dan tidak menyebar ke mana-mana.

Namun sayang harapan tersebut tidak akan sesuai dengan kenyataan, karena dari pengalaman dan penelitian tentang pola serangan rayap, terutama jenis rayap tanah (Coptotermes), tidak sesederhana yang dikira. Rayap yang terlihat (menyerang) muncul ke permukaan hanya sebagian kecil dari koloni rayap yang bersarang di liang kembara nya di kayu, dinding, dan di dalam tanah bangunan yang diserangnya. Jumlahnya bisa ribuan, bahkan bisa jutaan ekor dan bisa bertambah terus karena induknya (ratu rayap) selalu bertelur sepanjang hidupnya yang bisa berusia sampai 25 tahun, dan bisa bertelur sekitar 8.000 per hari.

Nah kembali ke (kebiasaan) perlakuan yang diterapkan oleh pemilik rumah ketika menemukan serangan rayap seperti uraian di atas. Maka bisa disimpulkan kebiasaan menyemprotkan bahan kimia atau cairan ke titik yang muncul serangan rayap saja tersebut sangat tidak efektif dan bukan solusi. Paling rayap yang mati akibat disemprot di permukaan itu cuma puluhan atau ratusan ekor, sementara jumlah koloni rayap lainnya di sarangnya bisa mencapai jutaan ekor.

Malah perlakuan (tindakan awal) yang salah ini bisa membuat rayap semakin susah terkendali karena rayap yang ada malah ke mana-mana. Hal ini tentu saja akan lebih merugikan bagi pemilik rumah / properti.

Kenapa demikian?

Karena sisa rayap yang tidak mati akan sembunyi, berpindah / menghindar dahulu dari titik yang disemprot ke tempat yang lebih aman, namun koloni rayap tetap makan (menyerang) kayu yang ada di sekitar jalur liang kembara atau sarangnya. Kemudian nanti dalam waktu yang tidak lama, rayap tersebut bisa muncul lagi di tempat lain yang kadang tidak terlalu jauh dari titik saat di temukan awal, bahkan bisa muncul lagi di titik serangan awal.

Begitulah seterusnya, dan seterusnya selama persediaan makanan rayap yaitu kayu yang mengandung selulosa di suatu bangunan itu masih ada. Karena rayap tugasnya memang sebagai pengurai, seperti uraian pada artikel Kenapa Rayap mengurai di tempat dan waktu yang salah?

Lalu bagaimana cara membasmi rayap hingga tuntas di bangunan yang sudah berdiri seperti rumah, gedung, atau pabrik?

Cara membasmi rayap hingga tuntas adalah dengan menggunakan metode yang tepat. Seperti apa metode yang tepat?

Untuk mengetahuinya silahkan simak artikel Cara tepat mengatasi Rayap.

Cara Mengendalikan Nyamuk Dengan Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Tips Waspada Nyamuk DBD dari Perusahaan Pest Control (Jasa Pembasmi & Pengendalian Nyamuk)

Perubahan cuaca (musim pancaroba) yang kita rasakan dalam beberapa waktu ini khususnya di DKI Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi dan sekitarnya (mungkin di daerah lain juga sama). Sepertinya terjadi masa pancaroba dari musim hujan ke musim panas (kemarau), bahkan terlihat musim sepertinya sedang “kacau”, karena saat seharusnya sudah musim panas, tapi masih saja turun hujan.

Musim pancaroba biasanya turut membawa perubahan terhadap siklus hidup tumbuhan dan makhluk hidup seperti hewan dan insekta serangga terbang seperti nyamuk.

Nyamuk bisa berkembang-biak dengan sangat cepat saat perubahan musim (masa pancaroba). Perubahan dari musim hujan ke musim kemarau, memungkinkan telur nyamuk yang di sebar oleh induknya di genangan-genangan air, berhasil menetas dan berubah menjadi larva, kemudian pupa, setelah itu menjadi nyamuk dewasa. Proses siklus hidup nyamuk biasanya berlangsung dalam waktu 10 sampai 14 hari.

Mungkin saat ini pembaca sudah merasakan gangguan akibat naiknya populasi nyamuk di pemukiman nya. Gangguan utama dari nyamuk biasanya suaranya yang bising dan sangat mengganggu serta gigitan nyamuk yang gatal dan sangat berpotensi menularkan penyakit dari gigitannya saat menghisap darah manusia tersebut.

Pertanyaannya, kenapa nyamuk suka menghisap darah manusia? Untuk jawabannya, pembaca bisa menyimak ulasan Mengapa Nyamuk Menghisap Darah Manusia?

Nah, saat musim pancaroba seperti saat ini, maka hal ini perlu diwaspadai karena nyamuk bisa menularkan penyakit, terutama wabah DBD (Deman Berdarah Dangue) yang ditularkan oleh gigitan nyamuk jenis “Aedes aegepty”. Biasanya jenis nyamuk ini menghisap darah pada siang hari. Jenis nyamuk aedes mampu terbang antara 3-4 kilometer.

Dampak dari kemampuan terbang nyamuk tersebut, memungkinkan nyamuk bisa saja terbang dan menyerang tempat atau pemukiman lain. Jadi walaupun rumah Anda sudah bersih, namun lingkungan di luar sana masih kotor, nyamuk tetap bisa menyerang Anda. Karena walaupun pintu dan jendela rumah sudah tertutup rapat, serta sistem pendingin ruangan berfungsi dengan baik dan sudah membeli jasa pembasmi hama, atau menyewa jasa pembasmi nyamuk, namun tetap saja nyamuk punya celah dan kesempatan untuk menggigit manusia.

Maka dari itu, lebih baik kita semua sama-sama mencegah dari pada “mengobati”. Minimal kita sama-sama menjaga kebersihan bersama dan saling peduli menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing agar populasi nyamuk tidak berkembang dengan cepat di lingkungan kita.

Kenapa demikian? Karena perkembangbiakan hama dan serangga terbang seperti nyamuk akan lebih cepat kalau di lingkungan dan  sekitarnya kurang bersih, serta sanitasinya tidak bagus. Untuk lebih lengkapnya bisa disimak di Sanitasi Dalam Pengendalian Hama.

Lalu bagaimana caranya supaya tidak terlalu diganggu oleh nyamuk? Atau bagaimana supaya populasi nyamuk bisa terkendali di lingkungan kita?

Caranya adalah dengan menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan masing-masing, dan bagi Anda yang telah menjalankannya serta juga telah menggunakan Jasa Pest Control ada baiknya Anda menyimak artikel Pengendalian Hama Bukan Pembasmian Hama.

Semoga bermanfaat.

PT. Insekta Fokustama

Kantor Pusat:
Grha Simatupang Tower 2 B Lantai 1 Jl. TB Simatupang Kav 38 Jakarta Selatan 12520. Telp. 021- 28674151 , 0811899819

Kantor Operasional :
Jl. Teluk Bayur 1 No. 7 C , komplek TNI AL Pasar Minggu Jakarta Selatan - 12550 Telp. (021) 7823557

Kantor Cabang:
- Komplek Wisma Lidah Kulon, Blok E No 1, Surabaya Telp. / Fax. (031) 99423200 HP: 087771401600
- Jl. Mutiara, komplek Mutiara Karawaci Blok F20 Karawaci, Tangerang 15810 Telp 021- 591 3177 / 5565 1274 HP: 0816-1489-105
- Komplek Taman Aster Blok A1 No. 96, Cikarang Barat Bekasi,Telp. 021-29088851 HP: 081399555126
- Jl. Menteng 7 / Jl. Nasional No. 19 A, Medan Tenggara - Medan, Telp. 061-42780095 Hp : 081268287826
Jl. Juanda 8 / Srikaya 5, No 36 B, Samarinda, Kalimantan Timur Telp: /Hp. : 0541-747038 Hp: 081311013508
Jl. Bedahulu 17 No. 5 Gatot Subroto, Denpasar Bali, Telp./Hp. : 081219722888
Jl. Paus - Nurul Yakin No. 46 A Tangkerang Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru , Riau, Telp./ 0761-8408850 HP: 082391186291

Depo:
- Bandung HP: 081318637631
- Semarang HP: 087771401600

Customer Service


0800-12-88888

Layanan Bebas Pulsa:

Email: insekta_ho@yahoo.co.id / sales@insekta.co.id